Teknis Tayangan Berita Televisi

Penulis : Dede Molkan
Sumber : jurnalistikuinsgd.wordpress.com
-------------------------------------------------------------------------------------------------

Hal-Hal Teknis dalam Televisi

Hal-Hal Teknis dalam Televisi yang Harus Diperhitungkan:
-Pesan Media Televisi sifatnya sekilas sehingga pesan cepat terlupakan
-Metode paling sederhana di dalam penempatan gambar di televisi adalah:
Metode TRIANGGULASI(menempatkan benda tepat di bagian tengah layar)
Ketika mengambil gambar seseorang, harus diperhitungkan komposisi pada ruang kosong di
atas kepala.Inilah yang disebut: HEAD ROOM (ruang kepala)
Ketika melakukan pengambilan gambar, kamera tidak boleh melewati garis arah gerakan,
disebut: GARIS IMAJINER

Hal-hal yang harus diperhatikan:
- Televisi sifatnya sekilas à pesan cepat terlupakanKonsekuensi: harus membuat kata/kalimat yang mudah diingat
- Pesan Televisi disajikan dalam bentuk audio-visual(suara dan gambar) à “No Picture no News”Konsekuensi: jangan memberikan penjelasan terhadap gambar.
- Gambar dalam televisi sangat terbatasKonsekuensi:kamera harus merekam apa yang ingin diketahui pemirsa
- Televisi lebih mengutamakan gambar (visual)Konsekuensi:- mendahulukan ada gambarnya, ketimbang artistik gambar.
- pemirsa lebih tertarik pada gambar dari pada kata-kata.

KEMASAN BERITA TELEVISI:
1. BERITA COPY
- Berita Copy, merupakan cara paling dasar dan sederhanadalam menyampaikan berita di televisi
- Berita Copy dibuat, jika peristiwanya sangat penting
- Bisa dibuat dengan cepat, karena tidak perlu persiapanyang terlalu banyak.
- Tidak ada gambar, karena berita baru saja terjadi, bahkanmungkin masih berlangsung.
- Bisa dilakukan dengan cara “phono” (penyiar meneleponlangsung reporter yang berada di lokasi kejadian)
- Jika memiliki perangkat SNG, bisa ditayangkan langsungdari lokasi kejadian à on the spot
- Presenter tampil di layar, membacakan berita copysecara utuh dari awal sampai akhir
- Lamanya berita copy antara 30-45 detik

2. READERS / GRAFIX
- Readers/Grafix, merupakan cara paling dasar berikutnya
- Format ini digunakan jika sebuah peristiwa, baru sajaterjadi dan reporter belum memiliki akses untuk merekamgambar kejadian ke dalam kaset video.
- Presenter hanya tampil membacakan intro, diikuti dengantayangan grafis (data, angka, peta lokasi, still foto, dll.)
- Presenter masih terus membacakan berita, ketika gambaratau grafis tersebut ditayangkan.- akhir dari berita readers/grafix, bisa di wajah anchoratau di gambar/grafix yang ditayangkan- Lamanya berita Readers/Grafix: 15-30 detik.

3. CLIPS ONLY
- Intro dibacakan Anchor, disusul dengan Sync Narasumber
- Berita Clips Only, akan dimunculkan jika Narasumbermerupakan orang yang sangat penting
- Atau jika sync dari narasumber “menghebohkan”
- Intro yang dibacakan Anchor maksimum 3 kalimat
- Lamanya berita Clips Only: 40-45 detik
- Intro memuat: Topline, Background dan Context
- Topline: kalimat pertama dari sebuah intro- Background: latar belakang fakta, mengapa peristiwa terjadi
- Context: kejadian lain yang terkait dengan peristiwa itu

4. OoV (Out of Vision)
- Berita hanya dibacakan Anchor tanpa Voice Over (VO)
- Ketika membacakan intro, Anchor muncul di layar,disusul dengan gambar tanpa VO.
- Ketika gambar sedang ditayangkan, Anchor masih tetapmembacakan berita OoV.
- Ketika gambar selesai, Anchor masih membacakan berita
- Alasan dibuatnya berita OoV:
- tidak cukup waktu untuk dibuat jadi berita paket
- tidak cukup kuat untuk dibuat jadi berita paket
- Lamanya berita OoV: 45 detik

5. BERITA PAKET (PACKAGE)
- Unsur penting yang harus ada dalam berita paket:
a. Intro à dibacakan oleh Anchor
b. Sequences à gambar-gambar dari peristiwa berita
c. Sync à suara langsung dari narasumber
d. Voice Over (VO) à narasi berita di-dubbing oleh Reporter
e. Stand-Up à reporter tampil di layar mengakhiri berita
f. Natural Sound (natsound) à suara alami di lokasi peristiwa

- Kata-kata dalam VO, tidak boleh sama dengan sync, jika sama disebut redundant.
- Ketika Stand-Up, akan muncul: identitas Reporter,identitas Stasiun Televisi dan lokasi tempat kejadian
- Stand-Up merupakan “Standard Out Cue” (SoC)
- SOC : tanda akhir dari sebuah berita à disebut juga Pay 0ffKalimat SoC
misalnya:“Ida Bagus Oka, Metro TV melaporkan dari Denpasar Bali…”
- Lamanya Berita Paket: 1 menit 45 detik (maksimum)

Struktur Berita Paket:
Intro dibacakan Anchor ……………………. 10 detik
Voice Over dubbing oleh Reporter .……… 10 detik

Bridge to Sync-1
Sync-1 (korban dari kejadian) ………………… 30 detik
Voice Over dubbing oleh Reporter .……… 10 detik

Bridge to Sync-2
Sync-2 (pihak bertanggung jawab) …………… 30 detik
Sequence tanpa V/O……………………………. 8 detik
Pay off/SOC/VO Penutup ……………..…… 15 detik

Stand-Up ReporterTotal berita paket……………….1.45 menit

Dalam sebuah Berita Paket (package) terdapat:
1. Intro
2. Angle
3. Sequence
4. Voice Over
5. Vox Pop
6. Stand-Up
7. Grafix
8. Nat Sound / Atmosfer

- Intro = kalimat pertama dari berita
- Angle = sisi yang akan diangkat dalam pemberitaan
- Sequence = gambar-gambar yang akan diambil oleh kameramen
- Voice Over = narasi yang akan mengisi tayangan sequence
- Vox Pop = pendapat singkat dari orang-orang tentang peristiwa
- Stand-Up = Reporter berbicara ke Pemirsa menghadap kamera
- Grafix = data-data diluar sequence: gambar, foto, sketsa, peta lokasi, dll.
- Nat Sound = atmosfher, suara alami yang terekam di lokasi kejadian

Jika kita bruntung semua unsur di atas bisa didapat di satu lokasi kejadian Contohnya pada peristiwa Kebakaran atau Penggusuran.

ALUR PERJALANAN BERITA SEBELUM DITAYANGKAN
 Sekembalinya dari lapangan, Reporter harus segera melaporkepada Produser, mengenai berita yang baru saja diliputnya.
 Jika Produser setuju berita itu dibuat menjadi “berita paket”,maka Reporter langsung membuat intro berita.
 Setelah intro selesai, Reporter melakukan preview dan logging(mencatat gambar-gambar yang akan dipakai dan memilih sync)
 Selanjutnya Reporter menulis naskah berita (narasi untuk VO),disesuaikan dengan gambar dan sync yang dipilih Reporter
 Setelah naskah berita (narasi) selesai, Reporter melakukanperekaman suara (dubbing)
 inilah yang disebut voice over
 Terakhir mengedit gambar dan menggabungkannya dengannarasi (mixing), hingga menjadi hasil edit yang siap untukditayangkan, disebut final cut

Harmonisasi Pemberitaan dan Pemasaran Radio

Sumber : internews.or.id

HARMONISASI PEMBERITAAN DAN PEMASARAN RADIO

1. Hubungan Pemberitaan dan Periklanan
a. Untuk menarik perhatian pendengar sekaligus pengiklan, radio wajib menunjukkan
kredibilitasnya.
b. Terkait usaha menjual produk jurnalistik, tantangan terbesarnya melindungi integritas
independensi materi pemberitaan itu.
c. Dalam konteks periklanan, karya jurnalistik berpeluang besar mengalami konflik dengan
target ekonomi radio.
d. Menafikan independensi pemberitaan untuk menyenangkan sponsor iklan, mempercepat
keruntuhan fondasi bisnis radio karena keputusan ini memperlemah integritas radio dan
kebijakannya.

2. Landasan Pemikiran
Landasan Sikap:
- Karya jurnalistik seharusnya ditentukan semata-mata melalui ‘kebijakan pemberitaan’.
- Sponsor karya pemberitaan tidak berhak mendikte atau mempengaruhi isi pemberitaan.
- Isi pemberitaan seharusnya nyata berbeda dibandingkan isi periklanan.

Panduan :
- Manajer berperan menyusun panduan berisi ketentuan hubungan pemberitaan dan
penjualan harus dimiliki radio.
- Panduan berisi rambu-rambu tentang kebijakan karya pemberitaan yang boleh dan tidak
diiklankan.
- Panduan dibuat tertulis dan dimiliki divisi pemberitaan maupun penjualan.
- Manajer berkewajiban menyamakan persepsi panduan ini antara divisi pemberitaan maupun
penjualan dan kalangan periklanan.
- Fakta yang pernah terjadi: akibat panduan ini tidak terkomunikasikan dengan baik,
kesimpangsiuran kebijakan pemberitaan dan periklanan, membuat radio pada posisi
memalukan di hadapan pendengar dan klien periklanan.

3. Isi Panduan
- Apa yang dimaksud sebagai isi pemberitaan, dan isi pemberitaan seperti apa yang boleh
disponsori dan tidak.
- Apakah ada pemberitaan yang diperlakukan khusus dan tidak termasuk dalam kebijakan
yang sudah disusun. Bila ada apa alasannya.
- Bila divisi pemberitaan bermaksud merancang isi khusus untuk memenuhi kebutuhan
periklanan, advetorial misalnya, bagaimana kebijakan dan aturannya.
- Bagaimana sistem dan prosedur antara profesi pemberitaan dan pemasaran berkomunikasi,
khususnya yang menyangkut gagasan pemasaran.
- Siapakah dalam struktur organisasi radio yang berhak dan bertanggung jawab mengijinkan
memproduksi advetorial atau pemberitaan boleh disponsori iklan.

4. Pertanyaan Penting Hubungan Pemberitaan dan Pemasaran
- Apa dampak atau konsekuensi jangka pendek dan jangka panjang bila radio membuat atau
tidak membuat sistem dan prosedur hubungan pemberitaan dengan pemasaran ?
- Apa persepsi pendengar ketika mereka mendengar sponsor atau iklan dalam pemberitaan,
termasuk advetorial. Bagaimana dengan kekhawatiran pendengar yang mempertanyakan
kemungkinan iklan atau sponsor mempengaruhi kebijakan pemberitaan, atau nampaknya
akan mempengaruhi isi pemberitaan. Akankah hal ini mengganggu citra dan reputasi radio ?
- Bagaimana manajer menjelaskan keputusan mengijinkan advetorial dan sponsor
pemberitaan kepada pendengar, personil siaran dan pemberitaan di radio ?
- Apakah manajer akan menuangkan secara tertulis ketentuan hubungan pemberitaan dan
pemasaran di radio, termasuk regulasi advetorial dan sponsor dalam pemberitaan ?

5. Peran Pucuk Manajemen
Pucuk pimpinan radio:
- Seharusnya segera terlibat dalam proses pembuatan panduan advetorial, sponsor dan iklan
dalam pemberitaan. Ia selanjutnya bertanggung jawab memastikan bahwa proposal divisi
pemasaran tidak melanggar rambu iklan dalam pemberitaan, yang dapat mengganggu
integritas radio.
- Melakukan kajian dan tinjauan ulang setiap kesepakatan periklanan atau sponsor dalam
pemberitaan radio, terhadap kemungkinan yang mengganggu kredibilitas divisi
pemberitaan, profesionalnya dan citra radio.
- Menjadi penentu akhir terhadap proses dan aplikasi advetorial serta iklan dalam
pemberitaan radio.

6. Pola Komunikasi
Siapapun di radio seyogyanya bertanggung jawab terhadap kredibilitas pemberitaan, sekaligus
bisnis radio yang sukses. Radio dapat menjembatani pengertian antara seluruh unsur
pemberitaan dengan unsur pemasaran melalui berbagai cara:
- Pucuk pimpinan dapat mengundang seluruh manajer divisi mengamati dan mendiskusikan
produk pemberitaan
- Manajer Pemberitaan berbicara di hadapan kelompok klien untuk menjelaskan mengapa dan
bagaimana kebijakan editorial dibuat.
- Manajer Pemberitaan dapat membuat presentasi berkala bagi profesional pemasaran
mengenai proses perencanaan, peliputan dan produksi pemberitaan.

7. HAL HAKIKI
Bagi radio berkategori komersial (swasta), hak dan sekaligus kewajibannya adalah memproduksi siaran-siaran yang bermuara di pendapatan komersial. Apabila radio mengaku sebagai radio swasta, kegagalan terbesarnya adalah merugi ! Kecuali anda mengelola radio publik dan radio komunitas yang tidak mengandalkan iklan.
Jurnalisme radio merupakan ranah yang memiliki batasan ketat, terutama mengenai kehormatan independensi, kejujuran dan kemandirian.